Jumat, 28 April 2017

Respon terhadap fenomena sosial di lingkungan

Kali ini saya akan menuliskan tentang suatu yang saya pikirkan selama ini dalam Fenomena Sosial Dilingkungan saya di Indonesia ini. Mulai dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dalam kehidupan sosial. Banyak sekali fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. Fenomena sosial terjadi terutama di perkotaan dimana ada banyak sekali masyarakat dari beragam latar belakang ekonomi, tempat kelahiran, budaya, dan bahkan agama.
Terutama saya akan menjelaskan contoh-contohnya dahulu yaitu : Kegiatan mudik saat Lebaran, Kepadatan penduduk, Angka kriminalitas yang tinggi, Terdapat anak jalanan, Prostitusi, Korupsi, Kebiasaan membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai/selokan, Kebiasaan melanggar peraturan lalu lintas, Kemiskinan, Kebodohan, Permasalahan antara SARA, Tawuran, dan Unjuk rasa.
Banyak memang permasalahan di negara kita tercinta ini tapi saya akan menceritakan dan menulis satu dari pemikiran saya tentang Fenomena Sosial lingkungan saya ini yaitu adalah SAMPAH, banyaknya orang yang masih bodo amat akan permasalahan ini hingga mampu mengulang-ngulang kesalahan mereka, Hingga bencana yang telah mereka buat sendiri itu pun sering sakali menghampiri (BANJIR) tapi mereka tatap seja tidak mengakuinya apa kesalahan yang mereka buat dan masih tidak berhenti melakukan hal bodoh itu berulang-ulang.
Sampah adalah salah satu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat terutama di perkotaan. Jumlah penduduk yang meningkat membuat kebutuhan juga ikut meningkat. Akibatnya, volume sampah pun semakin meningkat. Belum lagi ditambah dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah masih kurang.
Secara umum, sampah dibedakan menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Contoh sampah organik adalah dedaunan dan sisa-sisa makanan. Sedangkan contoh sampah anorganik adalah plastik, kertas, dan kaleng.

Namun, jangankan membedakan sampah, meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saja sangat sulit. Banyak orang yang seenaknya membuang sampah ke sungai atau ke selokan. Memang, dampaknya tidak terasa karena volume sampah yang dibuang oleh satu orang sangat sedikit dan sampah itu langsung menjauh dari pandangan. Namun, jika banyak orang yang seperti itu, lama kelamaan sungai akan tercemar dan jorok. Padahal sungai seharusnya bersih tanpa sampah. Selain itu, ada juga orang yang suka membuang sampah sembarangan, bahkan di tempat suci sekalipun.